Belajar dari Komunikasi Pemerintah: Menghadapi Pandemi Tanpa Empati



Indonesia telah memasuki fase krisis sejak pertama pasien terinfeksi COVID-19 nomor 01 dan 02 ditemukan. Pemerintah sebagai aktor utama yang menangani krisis ini perlu melakukan komunikasi yang efektif untuk menjaga kredibilitasnya di mata publik. Sayangnya, komunikasi krisis yang dilakukan pemerintah masih bermasalah. Publik menyaksikan pernyataan-pernyataan blunder yang keluar dari mulut pejabat. Komunikasi krisis yang tidak efektif juga dapat menjadi faktor mengapa masih banyak masyarakat yang belum menunjukkan sikap waspada.

Video ini menjelaskan poin-poin masalah komunikasi krisis pemerintah Indonesia dalam menghadapi krisis #COVID-19.

#KomunikasiKrisis #Covid-19
____________________________________________________________________

Jika kamu ingin berdonasi atau membeli merchandise kami, kunjungi:
https://www.tokopedia.com/remotivi
https://www.shopee.co.id/remotivi
http://www.remotivi.or.id/toko
https://kitabisa.com/remotivi

Media sosial Remotivi:
https://www.facebook.com/remotivi/

https://www.instagram.com/remotivi.or.id
https://www.instagram.com/tokoremotivi

Untuk info lebih lengkap tentang Remotivi, kunjungi website kami: www.remotivi.or.id

source

You May Also Like

37 Comments

  1. Semangat selalu pemerintah indonesia pasti bisa, pasti mampu untuk menyelesaikan permasalahan ini.

    Semoga yang nonton liputan ini diberikan kesehatan dan rezeky yang cukup … Amin

  2. Pantasan Fiersa Besari jarang mendaki dan buat puisi lagi, ternyata sudah resign dan bergabung di remotv…

    Ini adalah contoh komentar atau pernyataan di youtube, yg "butuh" dilike dan dikomentari, mungkin karena dianggap lucu, atau unik..

    Sy menunggu ulasan remotv bagaimana: like dan komentar menjadi motif dari sebagian sahabat sahabat netizen dlm berkomentar, mungkin juga bisa dikaitkan dengan fenomena "Anjay", dalam sudut pandang ekstasi komunikasi..

    Sukses buat remotivi..

  3. dari bukti covid-19 ini,bisa dibuktikan bahwa media2 yang selama ini framingnya adalah bayaran pemerintah ternyata tidak sama sekali,dia berani mengkritik pemerintah lewat covid-19

  4. Apa cuma gua yang malu setiap liat jokowi bicara di depan publik ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ.
    Ya ampun pak de

  5. Selalu aja liat teks!
    Memang otaknya kosong, jadi tugas dia cuma baca dan baca saja.
    Jadinya yang dibaca dengan yang ada dipikirannya tidak akan sama..
    Mundurlah mukidi !

Leave a Reply

Your email address will not be published.