Masyarakat Masih Bingung Soal New Normal, ada Salah Komunikasi? – ROSI



Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo menjelaskan apabila masyarakat masih banyak yang belum memahami soal new normal, hal ini mencerminkan bahwa proses komunikasi pemerintah belum intens dan menyeluruh. Ia menambahkan, dalam komunikasinya, pemerintah harus menyampaikan kebijakan new normal dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat.

Menurutnya mungkin pemerintah tidak punya pilihan lain selain new normal, namun apapun pilihannya, semua pihak di dalam pemerintahan harus bersinergi untuk menjelaskannya kepada publik, satu kuncinya adalah komunikasi.

Selengkapnya, hanya di dialog Rosianna Silalahi bersama Johnny G. Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika), Brian Sriprahastuti (Tenaga Ahli Utama KSP), dan Agus Sudibyo (Ketua Komisi Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers) dalam Talkshow ROSI episode Hidup Baru Era New Normal. Tayang 4 Juni 2020 WIB di Kompas TV Independen Tepercaya.

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv. Independen Tepercaya.
Dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV.

#RosiKompasTV #TalkshowRosi #Rosi #KompasTV #Talkshow #NewNormal

source

You May Also Like

13 Comments

  1. Masyarakat tidak bingung kok, contohnya saya menyambut dg antusias "New Normal". Yang bingung itu cuma kaum kadrun yg mata hatinya tertutup kebencian akut sampe gagal paham dan bikin interpretasi seenak udelnya yg ujung2nya bikin masyarakat bingung. Ngakunya jago bahasa Inggris, menterjemahkan kata "New Normal" yg super sepele begini saja tidak bisa. Pret deh!

  2. New normal, bagi saya tdk binggung, tpi yg paling penting kita sebagai masyrakat kita harus patuh dan mengikuti segalah instruksi kesehatan, kita harus jaga kebersihan, jaga jarak,Dan hindari kerumunan byk orang

  3. Tenang… tenang..
    Jangan…panik..
    Ingat PESAN ORANG-ORANG DI ISTANA NEGARA bahwa :
    # Penyakit Itu akan sembuh sendiri..
    # Makan nasi kucing..beres dah
    Santai..borrr

  4. New normal? Lu aja gak pake masker di studio itu. Walaupun protokol kesehatan yang lain di jalan kan, harusnya pakai masker juga, karena korona lewat rapid test belum tentu akurat. Media sekarang kebanyakan memberi contoh buruk, harap pemerintah untuk memberikan sanksi kepada kompas tv.

  5. Nah betul bahasa yg mudah dipahami, "new normal" kenapa musti bhs.inggris sih, cintailah bahasa sendiri agar masyarakat kelas bawah memahami arti kebijakan pemerintah.

  6. Corona, New Normal dan Kerugian di Akhirat Yang Mengerikan

    Tidak bisa dipungkiri bahwa Covid-19 atau pandemi corona yang menyerang dunia beberapa bulan ini telah menimbulkan banyak kerugian. Lumpuhnya ekonomi masyarakat, bertambahnya jumlah penggangguran, pemutusan hubungan kerja yang begitu masif adalah sedikit contoh dari dampak yang dirasakan. Kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh pandemi corona ini belum akan bisa dikendalikan sebelum ditemukannya vaksin corona. Namun demikian untuk meminimalisir kerugian, pemerintah menetapkan kebijakan New Normal demi menjaga ekonomi masyarakat.

    New Normal yang digagas pemerintah ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa beraktifitas seperti sediakala namun dengan prosedur kesehatan. Seperti mengenakan masker, jaga jarak, kerja virtual dan lain sebagainya. New Normal ini jelas merupakan kebijakan yang dicanangkan untuk berdamai dengan virus corona dalam setiap lini kehidupan manusia

    Usaha untuk meminimalisir dan menggurangi kerugian yang disebabkan oleh pandemi corona harus terus dilakukan. Hal ini karena berkaitan erat dengan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi. Tugas memakmurkan bumi dan memakmurkan manusia ini memberikan dorongan manusia untuk segera menemukan solusi untuk mengatasi ini semua.

    Walaupun kita mengetahui dampak kerugian yang disebabkan pandemi corona ini begitu besar. Namun kita tetap harus bisa mengambil hikmah dari kejadian ini dan berpikiran bahwa kerugian didunia tidaklah sebesar kerugian di akhirat.

    Kerugian di akhirat harusnya lebih menjadi pelecut semangat bagi manusia untuk bisa menyiapkan langkah strategis guna menghadapinya. Ya jelas kerugian di akhirat sungguhlah mengerikan. Namun demikian, apa itu kerugian di akhirat yang mengerikan dan bagaimana solusi agar terhindar dari kerugian di akhirat tersebutโ€ฆ?.

    Corona, New Normal dan Kerugian Di Akhirat Yang Mengerikan
    Untuk menjawab pertanyaan ini perhatikan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Bahwasanya Nabi Muhammad bersabda

    ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ูููŠู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุชูŽุงุนูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูุตูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ู ูˆูŽุฒูŽูƒูŽุงุฉู ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุดูŽุชูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฐูŽููŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุณูŽููŽูƒูŽ ุฏูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ููŽู†ููŠูŽุชู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽุทูุฑูุญูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุทูุฑูุญูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

    Artinya: โ€œApakah kalian tahu siapa muflis (orang yang rugi) itu?โ€. Para sahabat menjawab, โ€œMuflis itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta bendaโ€. Maka Nabi ๏ทบ berkata : โ€œMuflis dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci ini, menuduh orang lain (tanpa hak), makan harta si anu, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang yang menjadi korbannya akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka (korban) akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam nerakaโ€. (HR. Muslim No. 2581)

    Dari hadis ini jelas bisa diambil kesimpulan bahwa kerugian di akhirat adalah orang yang datang di akhirat dengan membawa pahala amal ibadahnya. Namun pahala tersebut habis karena dibagikan kepada orang yang dizaliminya didunia dan ia dilemparkan kedalam Neraka.

    Kerugian di akhirat jelas lebih mengerikan daripada kerugian di dunia. Betapa tidak orang yang rugi ini sebenarnya telah datang menuju tuhannya dengan berbagai pahala sholatnya, puasanya dan amal ibadahnya. Namun pahala tersebut sirna dengan dibagikan kepada orang-orang yang telah disakitinya dan dizaliminya di dunia.

    Tentu adanya pandemi corona ini mengasah kepedulian kita untuk terus berbagi terhadap sesama. Pemerintahpun telah menatapkan kebijakan New Normal untuk mengatasi kerugian yang disebabkan oleh pandemi corona ini. Namun demikian saat kerugian dunia begitu nyata yang coba diatasi dengan kebijakan New Normal, kita juga bisa mencegah kerugian di akhirat dengan cara tidak mencaci maki dan menzalimi sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.