Pengamat: Pengesahan UU Cipta Kerja Terburu-buru dan Kurang Komunikasi



JAKARTA, KOMPAS.TV – Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai jika pembahasan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-undang terkesan terburu-buru dan kurang komunikasi dengan publik.

“Menurut saya memang itu akar persoalannya kurangnya dialog kurangnya partisipasi publik. Jadi prosesnya terlalu terburu-buru sehingga komunikasi kepada publiknya kurang. Sehingga masyarakat terutama buruh tidak memahami ada perubahan-perubahan di dalam penyusunan itu sampai menjadi undang-undang,” kata Trubus kepada KompasTV, Selasa (06/10/2020).

Trubus mengatakan jika sosialisasi dan edukasi adalah hal yang penting dilakukan mengingat banyak buruh yang melakukan demonstrasi.

Secara substansi, Trubus menilai jika tak semua isi dalam UU Cipta Kerja atau Omnibus Law merugikan buruh, namun ia menyoroti soal poin Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang menjadi seumur hidup.

“Karena tidak ada batas waktunya, sehingga ini tentu merugikan para pekerja. Tetapi ini kan undang-undang ini meskipun sudah disahkan masih ada terbuka bagi publik atau para buruh untuk melakukan judicial review ke MK,” ujarnya.

Pengesahan UU Cipta Kerja ini menimbulkan penolakan dari buruh di berbagai daerah.

Trubus menilai jika semestinya seluruh isi UU NO.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berlaku selama ini semestinya tetap diadopsi agar tidak menimbulkan kesan intervensi yang dilakukan pemerintah.

Untuk membahas unjuk rasa buruh terhadap pengesahan Undang-undang Cipta Kerja ini, simak pembahasannya bersama Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah dan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bekasi Abdullah.

source

You May Also Like

25 Comments

  1. Bukan kurang dialog tapi ketua serikat buruh gak mau dialog dengan pemerintah, keinginannya dituruti semua, tapi pemangku kepentingan yg lain keberatan, karena tidak dipenuhi, maka Keller dari rapat lalu ketua kspi berkoar-koar diluar,, ingin cari populapopulaitas, kareena kepentingan probadinya terancam teritama iuiuran buruh tiap bulan,

  2. WAHAI SAUDARA KU PARA BURUH ,BERUSAHA LAH UNTUK TIDAK JADI BURUH LAGI AGAR TIDAK TERANIAYA ,NEGERI INI SUDAH DI PIMPIN ORANG KEJAM ,CIPTAKAN LAH LAPANGAN KERJA SETIDAK NYA UNTUK DIRI MU SENDIRI

  3. Inilah akibat ulah para Cukong bergentayangan dimana mana merusak tatanan hidup bernegara dan berbangsa Indonesia.
    Cukong adalah sebagai BENALU Bangsa.
    Mereka merugikan rakyat Indonesia merajalela di bumi Pertiwi ini

    Waspada dgn UU hap hip hop bentar lagi๐Ÿ‘โค๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

  4. Perwakilan Rakyat kok gitu.. mending bubarkan saja. Gak mutu. Begitulah kalo dipilih karena Cuan. Gayanya selangit.!! Cair…cair…cair.. selamat ya DPRRI.

  5. Terimakasih KOPAS TV. Semoga segera teratasi konfloik yang sedang terjadi saat ini. Kami sebagai masyarakat sangat mendukung tindakan pemerintah sebagai pembela rakyat untuk melawan wakil rakyat.๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

  6. Rakyat/ buruh itu lebih tahu dan merasakan jgn salahkan,kalau sampai turun ke jalan berarti itulah suara rakyat sesungguhnya bukan karena provokasi

  7. Sadarlah wahai puan dan tuan yg terhormat, negeri ini sedang kacau jgn dbuat tambah kacau
    Demi kepentingan politik kalian rela mengorbankan rakyat sendiri

  8. Para buruh butuh Para Pejuang yang benar2 mendengar aspirasinya ,bukan hannya omong doang tapi dengan memperjuangkan kesejahteraan Para Buruh ….. Semua Fraksi2 yang Memperjuangkan Hak-hak buruh Saya Doa kan Semua Akan diberikan kesehatan, kelancaran dijauhkan dari segala penyakit berkah dan barokah ….. SALAM SATU PERJUANGAN BELA BURUH SAMPAI AKHIR ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Leave a Reply

Your email address will not be published.